Beranda / Lifestyle

Cara Daftar Sertifikasi Halal Kemenag secara Online, 1 Juta Kuota Program Sertifikasi Tersedia

life.terasjakarta.id - Senin, 29 Mei 2023 | 18:41 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Kemenag mengeluarkan kuota 1 juta kuota di program sertifikasi halal sepanjang tahun 2023. (foto: freepik)

Kemenag mengeluarkan kuota 1 juta kuota di program sertifikasi halal sepanjang tahun 2023. (foto: freepik)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Bagaimana cara daftar Sertifikasi Halal gratis?

Sekarang daftar sertifikat halal dapat dilakukan dengan cara online melalui ptsp.halal.go.id dan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Untuk mendapatkan fasilitas ini, pelaku usaha harus mendaftarkan usahanya dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare).

Baca Juga : Mengenal Sejarah Halal Bihalal dan Makna Terkandung

Untuk mendapatkan fasilitas Sertifikasi Halal gratis, pelaku usaha dapat memilih Pendamping PPH terlebih dahulu dan nantinya melengkapi data permohonan pengajuan bersama dengan Pendamping PPH.

Nantinya, Pendamping PPH akan melakukan verifikasi dan validasi atas pernyataan pelaku usaha.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI membuka program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) sejak 2 Januari 2023.

Kemenag menyediakan 1 juta kuota untuk program Sertifikasi Halal yang akan dibuka sepanjang tahun 2023.

Dengan adanya program Sehati ini, Kepala BPJPH M. Aqil Irham menyampaikan pada 1 Januari 2023 lalu harapannya agar pelaku usaha segera melakukan pendaftaran sebelum tahap 1 kewajiban sertifikasi halal berakhir pada 17 Oktober 2024.

Jika pelaku usaha masih belum bersertifikasi halal setelah tanggal tersebut akan diberikan sanksi.

Baca Juga : Sejarah Tradisi Halal Bihalal dan Maknanya, Menjalin Tali Silaturahmi

Syarat Pengajuan Sertifikasi Halal

Sementara itu, untuk dapat mengajukan sertifikasi halal, pelaku usaha harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah diatur dalam Keputusan Kepala BPJPH (Kepkaban) Nomor 150 tahun 2022 berikut ini.

  • Produk tidak berisiko atau menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya.
  • Proses produksi yang dipastikan kehalalannya dan sederhana.
  • Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • Hasil penjualan tahunan (omzet) maksimal Rp500 juta, dibuktikan dengan pernyataan mandiri.
  • Lokasi, tempat, dan alat untuk produksi terpisah dengan lokasi, tempat, dan alat proses produk tidak halal.

Baca Juga : Rekomendasi Ramen Halal MUI di Jakarta, Dijamin Enak

  • Memiliki atau tidak memiliki surat izin edar (PIRT/MD/UMOT/UKOT), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), atau izin industri lainnya dari dinas/instansi terkait.
  • Produk yang dihasilkan berupa barang sebagaimana rincian jenis produk dalam lampiran keputusan ini.
  • Tidak menggunakan bahan berbahaya.
  • Telah diverifikasi kehalalannya oleh pendamping proses produk halal.
  • Jenis produk/kelompok produk tidak mengandung unsur hewan hasil sembelihan, kecuali berasal dari produsen atau rumah potong hewan/rumah potong unggas yang sudah bersertifikat halal.

Baca Juga : Mixue Terima Sertifikat Halal MUI, Berlaku Sampai Kapan?

  • Menggunakan peralatan produksi dengan teknologi sederhana atau dilakukan secara manual dan/atau semi otomatis (usaha rumahan bukan usaha pabrik).
  • Proses pengawetan produk sederhana dan tidak menggunakan kombinasi lebih dari satu metode pengawetan.
  • Bersedia melengkapi dokumen pengajuan sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan mandiri secara online melalui SIHALAL.

Baca Juga : Akhirnya Mixue Dapat Sertifikasi Halal dari MUI

Setelah memenuhi persyaratan tersebut, pelaku usaha dapat mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan sebelum melakukan pendaftaran melalui website ptsp.halal.go.id atau aplikasi Pusaka.

Dokumen persyaratan

Berikut ini Dokumen Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan Sertifikasi Halal.

  • Surat Permohonan dan Formulir Pendaftaran, format tersebut dapat
    diunduh pada website BPJPH http://www.halal.go.id/infopenting
  • Aspek Legal seperti NIB, NPWP atau dokumen izin lainya yang discan
    menjadi satu file dengan format PDF

Baca Juga : Mie Gacoan Kantongi Sertifikat Halal, Ganti Semua Nama Menu

  • Dokumen Penyelia Halal, yang diantaranya:
    • Surat Keputusan / Surat Penunjukan sebagai Penyelia Halal yang di dalamnya terdapat nomor surat, tanggal surat dan ditandatangani oleh pimpinan atau pemilik usaha
    • KTP
    • Daftar Riwayat Hidup / Curriculum Vitae
    • Sertifikat Pelatihan Penyelia Halal
    • Dokumen izin lainya dan discan menjadi satu file dengan format PDF

Baca Juga : Rekomendasi Restoran All You Can Eat Halal, Wajib Dicoba

  • Daftar Nama Produk dan Bahan / Menu / Barang dalam bentuk matriks. Contohnya terdapat pada Formulir Pendaftaran
  • Proses Pengolahan Produk berbentuk Flowchart atau Diagram Alur.
  • Dokumen Sistem Jaminan Halal (Manual SJH)
  • Salinan Sertifikat Halal (Bagi Pembaruan)
    Serta dokumen pendukung lainnya

Baca Juga : Pemerintah Akan Kembali Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru

Cara mengajukan Sertifikasi Halal

Sebelum melakukan pendaftaran secara gratis melalui website ini, pilih Pendamping PPH untuk nantinya pengisian data bersama dengan didampingi Pendamping PPH.

Jika tidak, pengajuan Sertifikasi Halal akan termasuk dalam pengajuan reguler dan pelaku usaha perlu membayar biaya pendaftaran.

Berikut adalah tata cara mengajukan Sertifikasi Halal secara online.

  • Kunjungi website ptsp.halal.go.id. Buat akun SIHALAL dengan klik "Create an account".
  • Isi data diri dan usaha yang sedang dijalankan. Jangan lupa masukkan email dan password.
  • Jika seluruh data telah terisi, klik Send.
  • Setelah akun berhasil terdaftar, lakukan verifikasi akun dengan melalui emailverifikasi.
  • Klik Aktifkan Akun yang ada di badan email.

Baca Juga : Kemenag Beri Insentif Rp3 Juta ke 22 Ribu Guru PAI, Simak Kriterianya!

  • Setelah diklik akan otomatis terbuka website dan notifikasi tanda akun berhasil terverifikasi.
  • Selanjutnya, log in dengan memasukkan alamat email dan password yang digunakan ketika mendaftar akun SIHALAL.
  • Setelah masuk halaman utama akun, segera lengkapi persyaratan berupa asal pelaku usaha, kategori pelaku usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • Selanjutnya di Sertifikasi, lengkapi data Pelaku Usaha dengan mengeklik tombol Edit.
  • Lengkapi seluruh data dan dokumen yang diminta.
  • Setelah data terlengkapi, lakukan pengajuan yang ada di menu Sertifikasi.

Baca Juga : Wapres Desak Kemenag Segera Urus Tambahan 8.000 Kuota Haji

  • Pada menu Sertifikasi, buka menu Pengajuan, lalu klik opsi Layanan.
  • Pilih usaha yang akan diajukan sertifikasi dan klik Daftar.
  • Pilih kolom kategori Baru, Pembaruan, atau Pengembangan sesuai dengan kebutuhan.
  • Untuk melakukan pendaftaran Baru, klik Edit.
  • Pilih jenis pendaftaran antara Pendaftaran Mandiri atau Pendaftaran Difasilitasi.

Baca Juga : 29.109 Peserta Lulus Seleksi Calon PPPK Kemenag, Masa Sanggah Dibuka sampai 30 April

  • Jika memiliki Pendaftaran Difasilitasi, masukkan kode fasilitasi dengan klik Cari.
  • Lanjutkan ke tahap berikutnya dengan memasukkan Nomor dan Tanggal Surat Permohonan serta data pada kolom Pengajuan Sertifikasi sesuai dengan dokumen Formulir Pendaftaran.
  • Untuk mengunduh Surat Permohonan dan Formulir Pendaftaran adalah dengan mengunjungi http://www.halal.go.id/infopenting.
  • Setelah seluruh data terisi, klik Simpan.

Baca Juga : Kemenag Izinkan ASN Ajukan Cuti Tahunan, Tunda Perjalanan Pulang Mudik Lebaran 2023

  • Selanjutnya, isi produk yang akan diajukan sertifikasi halal dengan mengeklik tombol Tambah dan mengisi nama produk.
  • Tahap selanjutnya adalah dengan mengunggah dokumen persyaratan dengan kapasitas maksimal 50 Mb serta format dokumen XLSX, PDF, dan JPG.
  • Jika seluruh data telah terisi, Klik Kirim.
  • Permohonan Sertifikasi Halal telah berhasil dan akan diverifikasi oleh tim verifikator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link