Beranda / Lifestyle

Gangguan dan Penyebab Bipolar, Penyakit yang Dialami Yudo Andreawan

life.terasjakarta.id - Jumat, 5 Mei 2023 | 13:10 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Yudo Andreawan ditangkap polisi usai buat onar di tempat umum. (Foto: Twitter @mazzini_gsp)

Yudo Andreawan ditangkap polisi usai buat onar di tempat umum. (Foto: Twitter @mazzini_gsp)

Penulis : Esil Yulinar
Editor : Esil Yulinar

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Yudo Andreawan adalah seorang pria yang ditangkap lantaran dirinya membuat onar di tempat umum ternyata menidap gangguan bipolar.

Sebelumnya pada pekan lalu Yudo sudah menjadi perbincangan publik lantaran dirinya yang mengamuk karena bersenggolan dengan penumpang lain di Stasiun Manggarai. Saat kejadian itu Yudo sampai menunjuk-menunjukkan tangannya dan berusaha untuk mengejar penumpang tersebut.
Namun aksinya tersebut langsung dihadang oleh petugas keamanan di Stasiun agar tidak membuat keributan lebih lanjut.

Ternyata aksi mengamukya Yudo bukan hanya di Stasiun namun Yudo juga sempat membuat onar di sebuah klik tempat kerja wanita incarannya yang bernama Paras.

Baca Juga : Lansia dan Anak-Anak Paling Rentan Terkena Gelombang Panas, Ini Dampak dan Cara Menghindarinya

Kejadian tersebut diketahui pada Kamis, 13 April 2023 melalui ungkapan seorang teman dari wanita yang diincarnya lewat akun twitter @mariska_drg.

Bahkan dalam kejadian itu Yudo diketahui membanting barang-barang yang ada di dalam klik hingga meludahi perawat di sana hanya untuk mendapatkan nomor handphone Paras.

Setelah dirinya membuat onar sejumlah tempat umum, kini Yudo Andreawan telah ditangkap dan dibawa oleh pohak kepolisian di kawasan Gatot Subroto, Jakarta.

Kabar itu juga dibenarkan oleh Kasubdit Ranmor Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kompol Yuliansyah.

Baca Juga : Fakta Kucing Ras Birman Milik Karl Lagerfeld yang Jadi Pewaris Harta Kekayaan

Menurut Yuliansyah pun pihak kepolisian menerima beberapa laporan terkait tentang konara dan keributan yang diperbuat oleh Yudo Andreawan. Dan Yuliansyah pun mengatahui bahwa Yudo memiliki obsesi terhadap seorang wanita yang memiliki profesi sebagai dokter gigi.

Kabarnya sebelumnya Yudo sempat dirawat di RS Polri Jakarta Timur namun kabarnya kini ia dirujuk ke RSJ Dr Soeharto Heerjan.

Kabid Humas Polda Mtro Jaya Kambes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa peralihan ini adalah hasil rekomendasi dokter RS Polri dengan diagnosa bahwa saudara Yudo Andreawan mengidap bipolar.

Baca Juga : Fakta Unik Paus Orca yang Muncul di Perairan Laut Sulawesi Utara

Mengenal Bipolar

Melansir dari laman halodoc.com, gangguan bipolar adalah gangguan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsertrasi, dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Bagi pengidap ini dapat dirasakan scara tiba-tiba, misalnya dari yang sebelumnya merasa sangat gembira bisa menjadi sangat sedih dan putus asa secara tiba-tiba.
Perubahan suasana hati yang tiba-tiba dapat memengaruhi pola tidur, tingkat energi, aktivitas, perilaku, dan kemampuan berpikir.

Penyebab Gangguan Bipolar

Lebih lanjut adapun beberapa ahli yang berpendapat bahwa keadaaan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter (zat pengontrol fungsi otak).
Namun juga ada yang berpendapat bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan faktor keturunan.

Baca Juga : Sinopsis Film XO, Kitty Tayang di Netflix 18 Mei 2023, Kisah Pertemuan Hubungan Anak Remaja Jarak Jauh

Berikut ini adalah faktor yang dapat memicu meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar, di antaranya:

  • Stres tingkat tinggi
  • Kejadian trauma
  • Berkecanduan minuman alkohol atau obat terlarang
  • Memiliki kerabat dekat yang mengidap gangguan bipolar

Faktor Risiko Gangguan Bipolar

Namun ada juga beberapa faktor yang memicu meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar, yaitu:

  • Merasa stres berat
  • Pengalaman trauma
  • Berkecanduan minum alkohol atau obat terlarang
  • Memiliki kerabat dekat yang mengidap gangguan bipolar

Baca Juga : Fakta-Fakta Film Sewu Dino yang Tembus 3,4 Juta Penonton, Masih Tayang di Bioskop

Gejala Gangguan Bipolar

Ada dua fase dalam gangguan bipolar, yakni fase mania dan depresi. Dalam fase mania pengidapnya jadi tampak sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sementara dlam fase depresi pengidapnya bakal tampak sedih, lesu, dan minat dalam aktivitas sehari-harinya menghilang.

Mengatasi Gangguan Bipolar

1. Obat-obatan

Dalam mengatasi gangguan bipolar ini dapat diatasi dengan obat-obatan. Umumnya jenis obat yang dipakai untuk mngobati gangguan bipolar, termasuk penstabil suasana hati, antipsikotik, ddan antidepresan.
Bagi pengidap bipolar sering merasa kesulitan tidur sehingga seringkali juga dokter memberiskan resep obat tidur (anti kecemasan).

Hindari menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kaarena hal ini dapat menyebabkan gejala gangguan bipolar "rebound atau gejala menjadi lebih buruk.

Baca Juga : Sinopsis Sinetron Bidadari Surgamu 5 Mei 2023, Sofia Ngaku Telah pukul Fadil

2. Psikoterapi

Psikoterapi (Terapi bicara) seringkali menjadi bagian dari rencana perawatan untuk gangguan bipolar. Psikoterapi ini merupakan istilah untuk berbagai metode perawatan yang ditujukan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan mengubah emosi (perasaan), pikiran, dan perilaku yang mengganggu.
Perawatan terapi ini dapat memberikan dukungan, pendidikan, dan bimbingan bagi penderita gangguan bipolar dan keluarganya.

Oleh karena itu, jika kamu mulai mengalami gejala tersebut alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pegobatan yang tepat. Pengobatan itu juga perlu dilakukan secara bertahap untuk mecegak dampak serius dari gangguan bipolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link