Beranda / Lifestyle

Vaksin Rutin Anak, Pekan Imunisasi Dunia 2023 Kemenkes Tambah Vaksin Rotavirus

life.terasjakarta.id - Senin, 1 Mei 2023 | 12:00 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Pekan Imunisasi Dunia 2023, Kemenkes lakukan penambahan vaksin Rotavirus. (Instagram/dinkesdki)

Pekan Imunisasi Dunia 2023, Kemenkes lakukan penambahan vaksin Rotavirus. (Instagram/dinkesdki)

Penulis : Esil Yulinar
Editor : Esil Yulinar

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Pada tahun 2023 ini Kementerian Kesehatan melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia, salah satunya vaksin Rotavirus.

Penambahan vaksin Roravirus berguna untuk mencegah diare berat dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus Rota.

Rotavirus merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus pada saluran cerna anak. Bukan hanya itu, selain mengakibatkan diare virus ini juga bisa mengakibatkan anak terserang penyakit gastroenteritis.

Baca Juga : 5 Manfaat Kencur untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Atasi Perut Kembung

Bayi atau anak yang terinfeksi Rotavirus ini dapat mengalami demam, mual, muntah, dan kembung pada perut. Rotavirus ini juga memiliki risiko dan bahaya tinggi yang dapat membuat anak mengalami dehidrasi.

Penambahan vaksin Rotavirus ini masuk kedalam agenda Pekan Imunisasi Dunia yang akan berlangsung pada tanggal 24 April hingga 30 April 2023. Bahkan dalam berlangsungnya pelaksaan vaksin Rotavirus tersebut Kemenkes mengimbau agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut karena vaksin ini tersedia di puskesmas secara gratis.

Berlangsungnya penambahan vaksin Rotavirus ini diberikan melalui teknis yang dibagi kedalam 3 tahap dosis, yakni tahap pertama akan diberikan kepada bayi berusia 2 bulan, dan tahap selanjutnya diulangi setiap pertumbuhan usia 2 bulan sekali sampai menginjak 6 bulan.
Penambahan vaksin Rotavirus yang diberikan juga dibagi menjadi dua, yaitu vaksin Rotavirus monovalen dan pentavalen.

Pemberian vaksin Rotavirus yang diberikan pada bayi atau anak tidak dilakukan dengan cara disuntik, tetapi diberikan secara oral. Pemberiannya dilakukan melalui mulut yang diberikan tetesan vaksin yang diletakkan pada lidah bayi atau anak.

Baca Juga : 5 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Turunkan Kolesterol

Kondisi Anak Tidak Dapat Menerima Vaksin Rotavirus

Namun, dalam pemberian vaksin Rotavirus ini tidak semua bayi atau anak bisa mendapatkannya. Oleh karena itu dalam memberikan imunisasi vaksin tersebut penting memperhatikan kondisi bayi atau anak. Adapun kondisi yang menyebabkan anak tidak dapat menerima vaksin Rotavirus, di antaranya:

  1. Anak berusia kurang dari 6 minggu atau lebih dari 8 bulan
  2. Kondisi anak tidak boleh lagi dalam keadaan sakit atau demam
  3. Anak memiliki alergi terhadap vaksin Totavirus yang telah diberikan sebelumnya
  4. Anak menderita gangguan usus yang membuat sebagian usus terlipat dan tersumbat (intususepsi)
  5. Anak menderita Severe Combined Immunodeficiency (SCID), yaitu suatu penyakit keturunan yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi
  6. Anak menderita gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan
  7. Cacat lahir yang menyebabkan kelainan pada kandung kemih (terlahir dengan sprina bifida dan bladder exsrophy)

Dalam pelaksanaan vaksin Rotavirus juga memiliki beberapa kelebihan, yakni efektif dalam mencegah infeksi Rotavirus, memberikan perlindungan yang cukup dalam waktu yang relatif singkat, dan tidak menyebabkan efek samping yang serius pada bayi atau anak.

Baca Juga : Manfaat Biji Selasih bagi Kesehatan, Jaga Daya Tahan Tubuh dan Mengontrol Kolesterol

Nah, untuk mendapatkannya dapat diketahui lebih lanjut melalui berbagai kanal informasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan akun-akun fasilitas kesehatan puskesmas dan klinik kesehatan terdekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link